ada berbagai macam penyebab tensi tinggi

Penyebab Tensi Tinggi di Usia Muda dan Tua

Penyebab tensi tinggi di usia muda maupun tua sebetulnya masih tidak jelas. Tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi risiko kita terkena penyakit ini, seperti faktor usia, genetik, pola hidup, kondisi medis dan lain sebagainya. Beberapa faktor memang di luar kendali kita. Meski begitu, ada yang bisa kita lakukan untuk menurunkan risiko tensi tinggi.

Sekitar 1 dari 10 kasus, tensi tinggi disebabkan akibat konsumsi obat-obatan dan kondisi medis tertentu. Supaya kita bisa menentukan apa yang harus dilakukan ketika mengidap tensi tinggi, mari kenali penyebabnya di bawah!

Apa Saja Penyebab Tensi Tinggi?

Ketika menderita tensi tinggi, kita sering merasakan sakit kepala.

Namun bukan berarti kita harus khawatir setiap kali kepala kita sakit.

Mengenali penyebab gejala tensi tinggi dapat membantu kita menentukan langkah yang harus diambil, berikut di antaranya:

1. Faktor Usia

darah tinggi pada usia muda

Semakin tua usia seseorang, semakin banyak ancaman penyakit yang datang.

Apalagi kalau semasa muda kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat.

Tubuh mengalami penurunan fungsi organ ketika memasuki usia lanjut.

Akibatnya, kita rentan terkena darah tinggi.

Meski begitu bukan jaminan kalau darah tinggi hanya menyerang orang tua saja.

Gejala tensi tinggi di usia muda seringkali disebabkan akibat pola makan yang didominasi junk food dan gaya hidup yang kurang produktif.

2. Degeneratif atau Keturunan

Seorang yang masih muda dapat terkena kondisi darah tinggi disebabkan karena faktor keturunan.

Hal ini terjadi akibat kondisi dinding pembuluh darah mengalami pengerasan sebelum waktunya yaitu diatas usia 55thn pada umumnya.

Jika dibiarkan akan menimbulkan resiko gagal jantung atau henti jantung tiba-tiba di usia muda yang dikenal dengan terkena angin duduk.

Hal ini disebabkan tekanan darah tinggi yang terlalu lama dibiarkan akan membuat pengerasan pada otot pompa jantung sistolik sehingga jantung tidak dapat beristirahat (fungsi pompa jantung diastolik) setelah berkontraksi menyalurkan oksigen (fungsi pompa jantung sistolik).

3. Konsumsi Alkohol

Sejak awal, tubuh manusia didesain untuk menerima asupan air mineral yang cukup. 

Jika kita mengganti asupan air tersebut dengan alkohol, dampaknya dapat merusak kesehatan organ di dalam tubuh, khususnya organ sistem pencernaan.

Konsumsi alkohol secara berlebihan akan menyebabkan tensi darah meningkat dua kali lipat.

Ini akan menyebabkan gangguan tekanan darah dalam tubuh dan akhirnya membuat tensi darah kita naik tiba-tiba.

Sebaiknya hindari konsumsi minuman beralkohol dan perbanyak konsumsi air mineral.

Karena air mineral dapat membersihkan tubuh dari zat-zat beracun dan radikal bebas.

4. Stres

 

hindari stress untuk hidup sehat

Penyebab tensi tinggi dan cara mengatasinya dengan cepat bisa dimulai dengan mengetahui apa yang membuat kita stres.

Bisa jadi, stres yang berlebihan tersebut menimbulkan ketidakstabilan emosi dan membuat tekanan darah kita naik.

Jika tensi tinggi, kita juga berisiko terkena serangan jantung yang fatal.

Cara seseorang menghadapi stres memang berbeda-beda, sebaiknya temukan dulu penyebab stres tersebut.

Kelola stres dengan baik agar tidak mengganggu kesehatan kita ke depannya.

Bagi yang sulit mengelola stres, disarankan untuk memperbanyak tidur.

Pasalnya, tidur adalah aspek penting yang mampu menjaga kesehatan tubuh kita secara keseluruhan.

Tidur yang cukup dapat mencegah datangnya penyakit hipertensi atau serangan jantung.

5. Asupan Garam Terlalu Tinggi

Di balik kelezatan bakso, mie ayam, nasi goreng dan masakan gurih lainnya, ada bahaya yang mengintai kita semua.

Kita berisiko terkena darah tinggi jika terlalu banyak mengonsumsi garam.

Akan tetapi, tingkat toleransi seseorang terhadap garam berbeda-beda, sehingga tidak ada larangan untuk mengonsumsi makanan-makanan tadi.

Kita hanya perlu lebih bertanggung jawab tentang apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita.

Perhatikan asupan garam setiap hari agar tubuh lebih sehat dan resisten terhadap tensi tinggi.

6. Jarang Berolahraga

Yakin masih malas berolahraga jika sudah tahu risikonya? Tubuh yang terlalu banyak diam dapat mengalami perlambatan aliran darah, sehingga meningkatkan risiko tensi tinggi. Apalagi kalau kita sering mengkonsumsi makanan tidak sehat dan jam tidur tidak teratur.

Untuk mencegah risiko tensi tinggi, kita bisa membiasakan diri untuk berolahraga ringan. Minimal 2-4 kali dalam seminggu.

7. Kafein

hindari kopi dan kafein

Banyak sekali masyarakat Indonesia yang energinya bergantung pada minuman berkafein, seperti kopi, teh, soda dan minuman energi lainnya.

Menurut Healthline, kafein yang terkandung di dalam minuman tersebut tidak terlalu meningkatkan risiko tensi tinggi, kecuali jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan.

Penyebab tensi tinggi pada remaja dan dewasa ini juga berkaitan dengan kondisi medis yang diderita.

Kita lebih berisiko terkena tensi tinggi dari mengonsumsi kafein jika memiliki riwayat medis tertentu.

Bagi yang sudah kecanduan dengan kafein, cobalah untuk mengurangi konsumsi minuman berkafein dan ganti dengan air mineral.

Normalnya, orang dewasa tanpa riwayat penyakit apapun maksimal dapat mengonsumsi kafein harian sebanyak 400 mg.

8. Kelebihan Berat Badan (Obesitas)

Obesitas mengundang berbagai macam penyakit berbahaya.

Memang memiliki tubuh dengan berat badan yang kelebihan terlihat tidak sehat, hal ini karena beban yang besar bisa menghambat sirkulasi darah.

Akibatnya, kita berisiko menderita tensi tinggi. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak dan remaja yang obesitas memiliki risiko tensi tinggi lebih besar dibandingkan teman sebayanya dengan berat badan ideal.

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki berat badan, kita bisa lebih bertanggung jawab mengurus tubuh kita dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi.

9. Pola Makan Kurang Sehat

gejala kolesterol akibat pola makan yang buruk, penyebab tensi tinggi

Supaya tubuh dapat bekerja secara maksimal, kita membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi bisa menyebabkan tekanan darah naik.

Begitu juga dengan makanan cepat saji, makanan berkalori tinggi dan makanan instan.

Pastikan kita mengonsumsi makanan secara teratur.

Apabila hanya mengkonsumsi makanan secara tidak konsisten, ada risiko penyakit maag dan penyakit lambung lainnya.

Penyakit ini dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba.

Jadi, segera perbaiki pola makan kita.

Perbanyak makanan yang bernutrisi tinggi, seperti buah dan sayuran.

Makanan dengan kandungan lemak rendah juga membantu untuk menambah asupan protein.

Tubuh kita memerlukan protein, vitamin, serat dan karbohidrat untuk gizi yang seimbang.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan kalium, yaitu mineral yang membantu menjaga tekanan darah.

Kalium penting dikonsumsi untuk menjaga keseimbangan garam di dalam tubuh, sehingga sangat baik sebagai upaya pencegahan tensi tinggi.

10. Hamil

Penyebab tensi tinggi saat hamil seringkali disebabkan karena ketidakseimbangan tekanan darah.

Sekitar 5-10% ibu hamil menderita tensi tinggi.

Biasanya kondisi ini terjadi setelah memasuki usia 20 minggu kehamilan.

Tekanan darah akan meningkatkan dan berada di atas angka 140/90 mmHg.

Itulah mengapa ibu hamil harus rutin kontrol ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik.

Jika kondisi tensi tinggi dibiarkan, dampaknya bisa membahayakan janin pula.

Tetapi kita tidak usah khawatir jika menderita tensi tinggi saat hamil.

Dokter kandungan biasanya akan memberikan obat penurun darah tinggi seperti metildopa.

Namun obatnya bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi ibu hamil agar tidak menyebabkan gangguan pada janin.

Selain itu, ibu hamil hendaknya menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat.

11. Merokok

Hampir tidak ada manfaat yang didapatkan dari merokok.

Justru merokok membuat kita rentan terkena berbagai penyakit kronis, seperti kanker paru-paru hingga tensi tinggi.

Merokok dapat melukai dan mempercepat proses pengerasan dinding arteri.

Jika diperhatikan lebih dalam, merokok sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, cobalah berhenti merokok untuk mengurangi risiko tensi tinggi.

Kita bisa mendapatkan bantuan medis atau orang-orang terdekat agar bisa lepas dari kebiasaan merokok ini.

Mulailah menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, dengan begitu kita tidak mudah tergoda untuk merokok lagi.

12. Kontrasepsi

Sebuah studi mengungkap bahwa pil KB dapat meningkatkan risiko tensi tinggi pada wanita.

Hal ini karena pil KB dan kontrasepsi oral lainnya mengandung hormon estrogen.

Itulah mengapa wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pil KB.

Pil KB dapat meningkatkan aliran darah secara signifikan.

Tidak hanya tensi tinggi saja yang berpotensi muncul dari dampak mengkonsumsi kontrasepsi ini, jadi sebaiknya hanya gunakan pil KB setelah berkonsultasi dengan dokter.

 

Penyebab tensi tinggi adalah akibat obesitas, konsumsi garam, kafein, hingga merokok. Meski tidak ada penyebab pasti dari tensi tinggi, kita bisa mencegahnya dengan menerapkan budaya hidup sehat dan pola makan teratur mulai sekarang.

Pertanyaan Tentang Penyebab Tensi Di Usia Tua dan Muda

Meskipun hipertensi lebih sering terjadi pada orang tua, usia muda bukanlah pengecualian. Tensi tinggi pada usia muda biasanya disebabkan oleh kombinasi antara faktor genetik dan gaya hidup, seperti konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol. Stres juga dapat berperan dalam kenaikan tekanan darah pada usia muda.

Pada usia tua, hipertensi sering kali disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam tubuh seiring bertambahnya usia. Seiring waktu, pembuluh darah menjadi kurang elastis dan lebih keras, yang bisa meningkatkan tekanan darah. Faktor lain seperti kelebihan berat badan, merokok, konsumsi alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko tensi tinggi pada usia tua.

Untuk mencegah tensi tinggi di usia muda dan tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil, seperti menjalankan pola hidup sehat. Hal ini mencakup makan makanan sehat rendah garam dan lemak, berolahraga secara teratur, menghindari merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan, serta mengelola stres. Selain itu, lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan konsultasikan dengan dokter bila ada pertanyaan atau kekhawatiran.

Albatha Herbal Nusantara

Albatha Herbal Nusantara

Albatha Herbal Nusantara adalah perusahaan terkemuka di bidang herbal dan perawatan kulit/kecantikan berkualitas di Indonesia. Dengan komitmen tinggi terhadap inovasi dan kualitas produk, Albatha Herbal Nusantara menyediakan solusi alami yang efektif untuk kebutuhan perawatan tubuh dan kulit. Dengan portofolio produk yang luas, perusahaan ini menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan dan kecantikan alami.