penyebab kolesterol tinggi dalam tubuh

Penyebab Kolesterol : Waspadai! Jangan Sampai Terlambat

Saat ini, kolesterol tinggi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh sebagian besar orang. Penyebab kolesterol tinggi bisa dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, hingga kondisi kesehatan yang dialami penderita.

Sebenarnya, kolesterol adalah sebuah komponen lemak yang dibutuhkan oleh tubuh dalam kadar tertentu. Namun, kadar kolesterol dapat mengalami peningkatan hingga penumpukan lemak yang disebabkan oleh berbagai faktor pemicu tadi.

Jika peningkatan kolesterol ini tidak ditangani secara tepat, maka penumpukan lemak karena tingginya kadar kolesterol dalam darah bisa menyebabkan permasalahan kesehatan yang serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung.

Apa Penyebab Kolesterol Tinggi?

Kolesterol tinggi bisa terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang kemudian beresiko mengalami penyakit jantung dan stroke.

Lantas apa saja penyebabnya?

1. Makanan yang Berlemak

gorengan mengandung lemak dan penyebab kolesterol tinggi

Faktor makanan adalah salah satu pemicu utama yang bisa membuat kadar kolesterol dalam darah mengalami peningkatan.

Makanan yang menyebabkan tingginya kolesterol biasanya merupakan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh atau lemak trans.

Lemak jenuh dan lemak trans adalah jenis lemak ‘jahat’ yang bisa kita temukan pada daging berlemak, berbagai susu yang tinggi lemak, makanan kemasan hingga makanan cepat saji.

Itulah mengapa, kita tidak boleh terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan tersebut.

Saat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak ‘jahat’, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk cadangan lemak yang tersimpan di beberapa bagian tubuh.

Cadangan lemak ini dapat menumpuk dan mempersempit aliran pembuluh darah di tubuh.

Artikel Terkait:

2. Kurang Berolahraga

gaya hidup yang baik untuk menurunkan tensi tinggi dan kolesterol tinggi

Seperti yang kita tahu, olahraga secara rutin sangat baik untuk tubuh karena bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Tetapi, apa jadinya jika kita malas berolahraga? Kolesterol tinggi adalah salah satu dampak yang bisa terjadi karena kita malas gerak untuk berolahraga.

Dalam tubuh memiliki dua jenis kolesterol, yaitu kolesterol baik (HDL) dan juga kolesterol ‘jahat’ (LDL).

Kadar keduanya harus seimbang agar kadar kolesterol dapat dikatakan normal.

Bila kita jarang berolahraga, enzim yang berperan untuk memecah LDL menjadi HDL akan turun.

Tidak tanggung-tanggung, enzim tersebut bisa mengalami penurunan hingga 95 persen ketika tubuh jarang berolahraga.

Akibat yang ditimbulkan dari penurunan enzim ini adalah kadar kolesterol ‘jahat’ dalam tubuh akan meningkat.

Artikel Terkait:

3. Kebiasaan Merokok

Penyebab kolesterol tinggi selanjutnya yaitu kebiasaan merokok.

Seperti yang kita tahu, aktivitas merokok menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Bahan kimia yang terkandung dalam rokok akan ikut mengalir dalam darah dan dengan mudah mengikat kolesterol ‘jahat’.

Hal ini menyebabkan lemak tersebut menempel di dinding pembuluh darah, sehingga kolesterol menumpuk dan menyumbat aliran darah.

Tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL), kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan penurunan kadar kolesterol ‘baik’ (HDL).

Padahal, kadar HDL dan LDL dalam darah harus seimbang agar kadar kolesterol dalam tubuh menjadi seimbang.

4. Kebiasaan Mengkonsumsi Alkohol Berlebihan

Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga memberikan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan meningkatkan resiko kolesterol tinggi.

Minuman beralkohol dapat memicu kerusakan hati apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Minuman beralkohol dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol, sehingga kadar kolesterol dalam tubuh akan meningkat.

Menurut hasil penelitian, kolesterol dapat meningkat hingga 20% ketika seseorang mengonsumsi dua minuman beralkohol per hari.

5. Stress

hindari stress untuk hidup sehat

Selain makanan, stress yang berkepanjangan juga bisa menjadi salah satu penyebab kolesterol tinggi.

Ketika stress, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol dan adrenalin yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan juga peradangan.

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini akan memicu hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol dan trigliserida.

Dalam hal ini, stress yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh karena beresiko meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

6. Obesitas

Obesitas juga bisa menjadi salah satu pemicu kadar kolesterol meningkat dalam tubuh.

Hal ini masih berkaitan dengan pola hidup yang bisa meningkatkan risiko obesitas, seperti pola makanan yang tidak sehat dan juga jarang melakukan olahraga.

Orang yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30 beresiko lebih tinggi mengalami peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi dalam tubuh, seseorang yang mengalami obesitas setidaknya harus menurunkan berat badan sekitar 5-10% untuk mencegah resiko kolesterol tinggi.

7. Menderita Penyakit Tertentu

darah tinggi pada usia muda

Faktor lainnya yang menyebabkan kolesterol tinggi yaitu memiliki riwayat penyakit tertentu, di mana kondisi ini disebut sebagai penyakit komorbid.

Berikut ini adalah beberapa penyakit komorbid yang bisa memicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Gangguan fungsi hati
  • Diabetes
  • HIV/AIDS
  • Penyakit tiroid
  • Lupus

Beberapa penyakit komorbid di atas bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi, sehingga orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut sebaiknya waspada terhadap risiko peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

8. Pertambahan Usia

Sebenarnya, siapapun memiliki resiko kolesterol tinggi, tetapi kelompok orang berusia tua memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami penyakit kolesterol.

Hal ini dikarenakan pertambahan usia menjadi salah satu faktor peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

Seiring pertambahan usia, kemampuan organ hati untuk melawan kolesterol ‘jahat’ (LDL) dalam tubuh akan semakin berkurang dan kolesterol ‘jahat’ akan meningkat.

Resiko ini akan semakin meningkat apabila memiliki riwayat genetik, penyakit komorbid, hingga masalah lingkungan.

9. Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu

Selain pola hidup dan kondisi kesehatan, mengonsumsi obat-obatan tertentu yang diberikan juga bisa menjadi pemicu meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.

Beberapa jenis obat seperti pil KB, obat kortikosteroid, dan anti-virus bisa menjadi penyebab kolesterol naik.

Selain itu, obat antikonvulsan dan beberapa jenis obat darah tinggi seperti diuretik juga beresiko meningkatkan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mencari alternatif obat agar resiko peningkatan kadar kolesterol dapat dihindari.

10. Genetik

Faktor genetik atau keturunan juga bisa menjadi penyebab naiknya kolesterol dalam darah.

Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya mutasi genetik yang berasal dari salah satu anggota keluarga dan diturunkan kepada generasi berikutnya.

Mutasi gen ini menyebabkan tubuh tidak bisa menyingkirkan kolesterol yang terkandung di dalam darah.

Penyakit kolesterol tinggi yang disebabkan oleh faktor genetik disebut sebagai Familial Hypercholesterolemia (FH).

Menurut American Heart Association, FH bisa memicu terjadinya aterosklerosis prematur atau pengerasan dini pada pembuluh darah jantung.

Meskipun demikian, penyakit kolesterol tinggi yang diakibatkan oleh genetik lebih jarang terjadi dibandingkan dengan faktor lainnya.

11. Kehamilan

Tanpa kita sadari, kehamilan bisa menjadi salah satu faktor penyebab kolesterol tinggi dalam tubuh.

Kolesterol ternyata memiliki peran positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan.

Selama trimester kedua dan ketiga, kita akan mendapati bahwa kadar kolesterol mengalami peningkatan, bahkan hingga 50% dari batas normal.

Tetapi, kondisi ini normal terjadi dan hanya berlangsung sementara serta tidak membahayakan bagi ibu maupun janin yang dikandung.

Meskipun demikian, ibu hamil yang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi sebelum kehamilan tetap harus berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Hal ini memungkinkan dokter untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kadar kolesterol ibu hamil.

Langkah Pencegahan Kolesterol

Setelah mengetahui faktor penyebab kolesterol tinggi, selanjutnya kita akan membahas apa saja langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk memperkecil resiko meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.

  • Diet rendah garam
  • Menjaga asupan makanan dengan mengonsumsi buah dan sayur serta biji-bijian yang kaya serat
  • Kurangi makanan yang berlemak
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Memulai kebiasaan olahraga secara rutin
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Memeriksakan diri ke dokter secara rutin
  • Mengelola stress

Penyebab kolesterol bisa dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan. Gaya hidup adalah salah satu contoh faktor yang bisa kita kendalikan dengan cara mengubah pola hidup seperti menjaga asupan makanan dan rajin berolahraga.

Dengan mengetahui berbagai faktor penyebab naiknya kolesterol, kita bisa berupaya untuk menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan resiko penyakit kolesterol. Lakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin untuk meminimalisir komplikasi yang timbul.

Pertanyaan Tentang Penyebab Kolesterol Tinggi

Penyebab kolesterol tinggi dapat bervariasi, tetapi faktor utama termasuk pola makan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan riwayat keluarga dengan masalah kolesterol tinggi.

Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, juga dapat mempengaruhi kadar kolesterol.

Mengadopsi gaya hidup sehat dan mengelola faktor risiko ini dapat membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi.

Makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan kolesterol LDL (kolesterol jahat).

Contohnya adalah daging merah berlemak, makanan olahan, mentega, minyak kelapa, lemak trans yang ditemukan dalam makanan cepat saji dan camilan.

Penggantian makanan ini dengan sumber protein rendah lemak, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran dapat membantu menurunkan kolesterol.

Gaya hidup berperan penting dalam kadar kolesterol. Pola makan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan kolesterol LDL.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Untuk mencegah kolesterol tinggi, penting untuk menjalani gaya hidup sehat.

Konsumsi makanan rendah lemak jenuh dan kolesterol, tinggi serat, dan kaya akan nutrisi.

Rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dan hindari merokok.

Jika memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, lebih perhatikan pola makan dan aktivitas fisik serta konsultasikan dengan dokter.

Ya, faktor genetik dapat berpengaruh pada kolesterol tinggi.

Jika ada anggota keluarga dengan riwayat masalah kolesterol tinggi, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk kondisi serupa.

Namun, meskipun faktor genetik berperan, gaya hidup sehat tetap memiliki dampak signifikan dalam mengontrol kadar kolesterol.

Dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur, Anda dapat mengelola risiko kolesterol tinggi dengan baik.

Albatha Herbal Nusantara

Albatha Herbal Nusantara

Albatha Herbal Nusantara adalah perusahaan terkemuka di bidang herbal dan perawatan kulit/kecantikan berkualitas di Indonesia. Dengan komitmen tinggi terhadap inovasi dan kualitas produk, Albatha Herbal Nusantara menyediakan solusi alami yang efektif untuk kebutuhan perawatan tubuh dan kulit. Dengan portofolio produk yang luas, perusahaan ini menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan dan kecantikan alami.