rekomendasi 10 obat herbal penurun darah tinggi

Berbagai Bahan Obat Herbal Penurun Darah Tinggi, Dijamin Aman!

Albatha Herbal Nusantara – Hipertensi (tekanan darah tinggi) pada setiap orang tentunya bisa memicu penyakit kronis, apabila tidak mendapatkan pengobatan sedikitpun. Selain mengonsumsi obat penurun tekanan darah, ternyata kita bisa menggunakan obat herbal penurun darah tinggi agar bisa kembali normal.

Ada sejumlah tanaman untuk darah tinggi yang bisa membantu menurunkan dan menstabilkan tekanan darah kita misalnya bawang putih, bunga rosella, sambiloto, seledri, dan lainnya. Ketika tekanan darah mulai melonjak drastis, penting untuk melakukan pertolongan pertama agar tekanan darah bisa kembali normal tanpa menimbulkan efek samping serius.

Daftar 10 Obat Herbal Penurun Darah Tinggi Alami

Kita tidak bisa menganggap hipertensi sepele karena kondisi akan menyebabkan jantung memompa darah lebih keras dari kebiasaan normal.

Jika tidak ingin mengonsumsi obat-obatan kimia, kita bisa coba beberapa bahan herbal yang aman dan berkhasiat kali ini untuk menurunkan tekanan darah.

1. Bawang Putih

bawang putih salah satu obat herbal penurun tekanan darah tinggi

Bawang putih dengan nama latin Allium sativum ternyata bisa menjadi terapi komplementer guna menurunkan tekanan darah tinggi. Setelah melakukan penelitian, ditemukan bahwa bawang putih mengandung 33 komponen sulfur, 17 asam amino, selenium, dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh..

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kandungan allicin pada bawang putih bisa membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Komponen sulfur akan membuat otot lebih relaksasi dan vasodilatasi, oleh sebab itu tekanan darah bisa turun secara perlahan.

2.  Jahe

jahe adalah salah satu herbal yang dijadikan obat penurun darah tinggi

Ternyata tidak hanya bermanfaat sebagai herbal penghangat tubuh, tetapi jahe mampu membuat tekanan darah menjadi turun.

Mengapa demikian? Jahe memiliki kandungan CCB (calcium-channel blocker) dan ACE inhibitor yang banyak digunakan sebagai obat darah tinggi.

Bahan-bahan untuk obat herbal penurun darah tinggi ini banyak ditemukan di lingkungan sekitar, bahkan bisa tumbuh secara liar.

Untuk mendapatkan manfaat lebih dari jahe, kita bisa konsumsi secara rutin 2-4 gram per harinya dalam bentuk rempah, minuman, dan kreasi olahan lainnya.

3. Tanaman Bunga Rosella

hibiscus sabdariffa bunga rosella adalah herbal penurun darah tinggi

Rosella (Hibiscus sabdariffa flos) mengandung berbagai nutrisi meliputi kalsium, karbohidrat, protein, zat besi, vitamin C, vitamin A, dan magnesium.

Selain itu, rosella atau kembang sepatu sudah terbukti mengandung antioksidan tinggi untuk menjaga kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi extract rosella selama 2-6 minggu berturut-turut dalam bentuk teh, bisa membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan.

Meskipun begitu, banyak penelitian mengatakan bahwa tanaman rosella hanya efektif menurunkan gejala hipertensi ringan.

Selain itu, kandungan teh rosella bisa menurunkan tekanan darah dengan menghambat pelepasan hormon yang menyebabkan pembuluh darah sempit, kita bisa menyeduh 10 gr bunga kering.

Kemudian mengonsumsi sebanyak 1-2 gelas per harinya guna mendapatkan hasil optimal.

3. Seledri

sayur seledri bermanfaat untuk darah tinggi dan sayuran penurun kolesterol

Seledri merupakan bahan obat herbal penurun darah tinggi aman dan efektif.

Oleh karena itu, para peneliti pernah melakukan percobaan dengan menggunakan seledri untuk menurunkan tekanan darah pada tikus, hasilnya ternyata ekstrak seledri berhasil menurunkan tekanan darah.

Tertarik mengonsumsi seledri secara rutin?

4. Kayu Manis

kayu manis baik untuk kesehatan seperti obat diabetes alami atau menurunkan kolesterol

Tanaman kayu manis tergolong rempah yang memiliki berbagai macam khasiat, salah satunya membantu menurunkan tekanan darah.

Kayu manis bisa menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan menurunkan hipertensi secara perlahan apabila dikonsumsi secara rutin setiap harinya.

Berdasarkan hasil penelitian Jurnal Nutrition menunjukkan, kayu manis terbukti efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita diabetes 2.

Related Post

5. Sambiloto

herbal daun sambiloto digunakan untuk mengobati asam lambung

Sambiloto (Andrographis paniculata herba) memiliki kandungan antiperadangan, antivirus, dan antioksidan yang bisa membantu menurunkan hipertensi.

Kita bisa mengonsumsi sambiloto dalam bentuk suplemen, jamu, dan teh herbal secara rutin untuk mendapatkan khasiat terbaiknya.

Kandungan sambiloto bisa membuat sekat pembuluh darah melebar secara perlahan, sehingga aliran darahnya bisa berjalan dengan lancar.

Bagi pasien yang sedang menjalankan pengobatan hipertensi, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mulai konsumsi sambiloto.

6.  Basil

daun basil untuk hipertensi

Basil merupakan tanaman rempah yang bisa membantu menjaga tekanan darah normal.

Tanaman memiliki kandungan eugenol yang bisa memblokir reaksi kalsium.

Jika dikonsumsi rutin dalam bentuk ekstrak basil, bisa membantu mengurangi dan melebarkan pembuluh darah.

Bahan obat herbal penurun darah tinggi ini sudah melalui uji coba berkali-kali, ternyata cara kerjanya sama dengan obat nifedipin, amlodipin, dan calcium-channel blocker.

Basil memang terkadang sulit ditemukan di sekitar, bisa coba membeli bentuk ekstraknya secara online.

7. Kapulaga

kapulaga

Kapulaga memiliki khasiat sama persis dengan obat hipertensi bernama calcium-channel blocker.

Cara kerja dalam menurunkan tekanan darah dengan menghambat reaksi kalsium dalam tubuh, sehingga perlahan tekanan darah tinggi bisa kembali normal. Ingin mengonsumsinya?

Kita bisa mencampurkan bubuk kapulaga pada makanan sehari-hari misalnya nasi, roti, salad sayuran, dan lainnya.

Selain mengonsumsi kapulaga, penderita hipertensi juga disarankan untuk rutin melakukan olahraga sekaligus menjaga pola makan tetap teratur.

8. Peterseli

piterselli untuk darah tinggi

Peterseli memiliki kandungan vitamin C dan karotenoid yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta kadar kolesterol jahat (LDL).

Cara mengonsumsinya sangat mudah, tinggal larutkan ekstrak peterseli dalam air untuk mendapatkan khasiatnya bagi kesehatan organ tubuh.

9. Thyme

thyme

Thyme memiliki kandungan asam rosmarinic yang bisa membantu melancarkan sirkulasi darah, sehingga membantu tekanan darah tetap stabil.

Cara kerjanya dengan menghambat enzim ACE inhibitor, sehingga tekanan darah diastolik bisa turun secara perlahan-lahan.

10. Biji Rami

biji rami atau flaxseed

Sebagi obat hipertensi alami, biji rami memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah.

Asam lemak menurunkan penumpukan plak lemak serta menyumbat pembuluh darah arteri, sehingga tekanan darah bisa berubah menjadi normal.

Kesimpulan

Penanganan hipertensi dengan menggunakan obat-obatan kimia memang lebih manjur, namun banyak efek samping yang ditimbulkan. Coba alternatif pengobatan alami dengan menggunakan obat herbal penurun darah tinggi yang aman sesuai dengan rekomendasi dokter. Salah satu obat herbal darah tinggi yang cukup efektif dan aman adalah merk Cardiomed dari Albatha Herbal Nusantara.

FAQ

Beberapa obat herbal yang sering direkomendasikan adalah daun kemangi, jintan hitam, bawang putih, hibiscus sabdariffa, dan sambiloto. Hibiscus sabdariffa, juga dikenal sebagai bunga rosella, telah dipelajari dalam konteks penurunan tekanan darah. Sementara itu, sambiloto atau Andrographis paniculata telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi, termasuk tekanan darah tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto dapat memiliki efek menurunkan tekanan darah. Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sebaiknya setelah berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter untuk memastikan keamanan dan dosis yang tepat.

Penggunaan obat herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi harus dilakukan dengan hati-hati, meskipun resiko efek sampingnya ringan dibandingkan obat kimia, pastikan sudah memiliki BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk memastikan keamanannya. Meskipun obat herbal umumnya dianggap aman, beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti gangguan pencernaan, alergi ringan, atau interaksi obat. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter sebelum memulai penggunaan obat herbal, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Ini akan membantu memastikan bahwa penggunaan obat herbal dilakukan dengan aman dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Ya, ada penelitian yang mendukung efektivitas obat herbal dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa obat herbal dapat membantu mengurangi tekanan darah, seperti hibiscus sabdariffa dan sambiloto. Selain itu, obat herbal cenderung dianggap lebih aman daripada obat kimia karena bahan-bahannya berasal dari alam dan telah digunakan secara tradisional selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, penggunaan obat herbal tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi efek samping dan interaksi obat. Sebelum mengonsumsi obat herbal untuk mengelola tekanan darah tinggi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli herbal atau dokter untuk memastikan keamanan dan dosis yang tepat.

Albatha Herbal Nusantara

Albatha Herbal Nusantara

Albatha Herbal Nusantara adalah perusahaan terkemuka di bidang herbal dan perawatan kulit/kecantikan berkualitas di Indonesia. Dengan komitmen tinggi terhadap inovasi dan kualitas produk, Albatha Herbal Nusantara menyediakan solusi alami yang efektif untuk kebutuhan perawatan tubuh dan kulit. Dengan portofolio produk yang luas, perusahaan ini menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan dan kecantikan alami.